Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2015

Okubyou Mono Da!!



Banyak yang berkata aku ini mau jadi apa?
Kok nggak kerja juga gak kuliah
Tapi ku jawab ini lah ku adanya 

Apa ada yang lebih buruk dari menjadi pengangguran selama 2 tahun? Kore wa tabun dai pinch in my life. Atashi wa zutto omoutetta. Kurushii, nayami, kanashii ga atta.  Don don kurakunatta. Zenbu umaku  ikanai no ka? wakaranai desu.  Mada ichinen-ninen ato de kotae ga mieru. Donna kattachi, atashi no jinsei ga. Zehi omitte kudasai! (hehe, baka ka? sonna omoshirokunai yo).
Begitulah segelintir kekhawatiran yang selalu terlintas di hatiku. hidup segan mati tak mau. Istilah itu benar-benar pas dengan kondisi yang kurasakan. Padahal masalahnya sepele bro. Yaitu belum lulus. Belum loh, bukan tidak. Tapi ya begitulah manusia. Kan Alloh SWT dah pernah kate huzz gak sopan, Alloh swt berfirman,  Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al 'Ankabuut:2). Terus ada pula ayat yang menyatakan bahwa bersama kesusahan ada kemudahan. Sampai dua kali loh, ayat itu diulang oleh Alloh.
Hm.. nasihat uminya teman ku sangat mengena. Ini semua hanyalah ujian dari Alloh swt. Alloh menguji kita apakah dengan keadaan yang seperti itu kita masih beriman atau tidak. Intinya bagaimana iman kita dengan keadaan yang berbeda-beda itu. Gimana? simpel kan? Ya iyalah hidup itu mudah kalau kita hanya fokus pada perintah dan larangan Alloh. Yang membuat sulit siapa? Ya diri kita. Eh bukan kita, tapi saya.
Zutto sagashiteta risou no jibun tte, mou chotto kakko yokatta keredo.  Selalu berusaha mencari the better me. Meskipun, kadang merasa sangat tidak keren. Boku ga boku no subete.
Woii, gak usah sok keren. Dasar aku ini pengecut. Iya, memang aku pengecut. Kesuhhhhh.

Jumat, 23 Januari 2015

Ironis



Subhanallah, terinspirasi sekali dengan bukunya ustadz Felix Y. Siauw (The Chronicle of Ghazi & Muhammad Al-Fatih 1453) . Orang-orang hebat memang mempunyai bahasa yang luar biasa sehingga bisa terserap dengan baik oleh pembacanya. Sejarah Islam yang banyak terlupakan bahkan tidak diketahui oleh kabanyakan umat Islam sendiri sejatinya mempunyai pengaruh yang kuat terhadap keimanan seseorang. Perjuangan dan pengorbanan, keimanan dan ketakwaan para penegak Islam jaman dahulu hendaknya dijadikan teladan dan tolak ukur terhadap kondisi umat Islam sekarang ini.

Perbedaannya tampak jelas sekali. Saat ini kondisi umat Islam ibarat buih ombak di pantai. Banyak tapi dalam sekejap hilang tanpa jejak. Dahulu umat Islam tidak sebanyak ini tapi kualitas keimanannya tidak diragukan lagi. Bahkan musuh-musuh Allah dibuat gentar oleh mereka. Para Ulama dan ahli jihad mendatangi sendiri tempat-tempat yang ingin dibebaskan dari kekufuran. Bahkan tanpa dibayar sepeser pun. Ironis sekali dengan sekarang ini, yang apabila ingin mendatangkan seorang ustadz atau pembicara harus bermodalkan rupiah yang tak kecil nominalnya. Ya, semoga saja dibalik semua ini ada tersembunyi maksud atau hal yang baik.

Jadi ini adalah sebuah PR dakwah yang besar bagi kita semua yang ingin mengambil peran dalam kemenangan Islam ini. Perbaiki kualitas dan tingkatkan kuantias dari kualitas yang telah baik tersebut.  Kuncinya adalah fokus pada perintah Allah SWT. 

Mohon maaf tulisan ini adalah hal yang amat sangat umum. kebanyakan para akitivis dakwah telah mengetahui akan hal tersebut. Kore wa tabun boku no omou koto dake desu kedo yappari ima sono kimochi wa wasuretakunai.

Rabu, 14 Januari 2015

Masih Ingin kucinta

Kurang lebih sudah setengah bulan ini tidak mengikuti perkembangan informasi di televisi. Bukannya tidak ada waktu, tapi lebih karena tidak ada televisi yang bisa ditonton. Masa iya, mau 'mantengin' tv mati? Meskipun bisa selancar di dunia maya, pun itu berakhir terseak-seok berharap bisa perbaiki modem yang rusak. Jadilah saya yang bingung 'melongo' saat ikut teman beli telur di warung sayur gara-gara dengar ceramah ibu 'sayur' tentang kisruh politik di Indonesia. 

Betapa bingungnya saya sehingga saya tidak bisa menangkap apa yang sedang Beliau bicarakan. Hanya beberapa kalimat yang bisa saya ingat dari menggebu-gebunya beliau,

"...hebat banget, keren banget, Saya acungin jempol...,...komisi III ketok palu.., sebenarnya saya kecewa banget... mereka yang di sana..,...silakan disampaikan bahwa aku kecewa... ga pa pa sampaikan saja..."

"Waduh Ibu, siapa yang hebat? siapa yang keren? apa yang mau disampaikan? kenapa ibu kecewa? hiks, hiks, cepetan dihitung belanjaannya sih Bu, es krim teman saya sudah meleleh nih", hanya menjerit dalam hati. 

Rabu, 03 September 2014

Domo, Ohisashiburi desu

Hai, diriku yang sekarang? Seperti apa diriku yang sekarang? 

Sebenarnya ada banyak hal yang ingin saya tulis. Banyak sekali lintasan pikiran, jadi daripada saya pikirkan terus lebih baik saya tulis. Tak peduli ada yang membacanya atau tidak.  Suatu saat akan saya baca sendiri dan mengingat-ingat perasaan saat menulisnya. Makanya saya tanya kabar kepada diri sendiri. Domo, Ohisashiburi desu.

Saya memang orangnya seperti itu, terlalu banyak berpikir. Am I thinker? Sayangnya hal tersebut tidak begitu menguntungkan karena lebih banyak hal negatif yang masuk ke otak. Tahu tidak rasanya jadi orang negatif? Merasa yang dilakukan itu salah, takut salah dan merasa bersalah. Hal tersebut mestinya akan menjadi wajar tatkala dalam kadar yang normal. Tetapi apa yang terjadi jika rasa itu muncul dalam frekuensi yang tidak sedikit. Jeng jeng...!! in the end, kanggaesugiru nanimo dekinakattta. Eh, bukan lebih tepatnya kanggaesugiru nanimo yatenakatta.

Sono kimochi wa mukashi kara shitteimashita, kazoku ni ga onaji dakara. Yup, seperti mengalami dejavu saat melihat pola sifat adik-adik. Wah, berarti fakor genetik donk.  Rasa bersalah sedikit terkurangi. Haha.

Sono kimochi wa mukashi kara shitteimashita, dakara atashi wa kawattemita. Walau tidak tahu bagaimana caranya, tapi sadar betul, harus diubah.

Sono kimochi wa mukashi kara shitteimashita, demo yokatta atashi wa muslim desu kara.

Halah.. ngomong apa itu. Sumimasen, bahasanya gado-gado. Intinya, saya telah, sedang, dan akan berjuang keras untuk mengubahnya.  Ciat, ciat, ciat!

Mohon jangan dianggap sepele! Orang itu ada macam-macam jenisnya. Bagi orang yang selalu memikirkan dan mengkhawatirkan hal kecil, hidup yang demikian itu tidaklah mudah. Ujian tiap manusia itu berbeda-beda. Jangan pernah menganggap ujian teman kita atau orang lain itu lebih gampang dibandingkan ujian kita. Toh, kelemahan tiap manusia berbeda-beda. Berdalih dengan kalimat semakin tebal iman seseorang maka semakin berat ujiannya, lantas merasa iman kita lebih tebal.  Sore wa dame desu! Meremehkan orang lain itu tidak baik.

Rabu, 12 Februari 2014

Pesan Cinta

Mulailah,
karena dalam keberanian untuk memulai itulah terletak kemudahannya...
Allah akan memberi banyak jalan menuju pada-Nya, jika kau bersungguh-sungguh...

Seabrek kesempatan beramal yang Allah berikan padamu adalah semata-mata untuk menguji sebatas mana perkembangan imanmu.

Bersegeralah menyambut banyak amal...
karena itu akan teruji dan terasah, tumbuh dan berkembang...
karena kemuliaan seseorang terletak dari seberapa besar ia mampu berkorban dan memberi...

cintai Allah dan cintai kebenaran dengan mengamalkan segala yang mengantarkan pada-Nya.
cintailah penduduk langit, agar kau dicintai penduduk bumi...
ambil selaksa cinta dari langit dan tebarkan untuk semua makhluk di bumi...
lebih pedulilah, sekalipun itu tak  menguntungkanmu.

munculkan banyak inisiatif melakukan kebaikan
lakukan sesuatu dalam segala keadaan, karena kita tak tahu amal mana yang membawa kita pada surga-Nya...

Ganbaru.

Rabu, 06 November 2013

Hidup Itu Seperti Ini



Ada yang sedang sedih, biarkanlah saja. Ada yang menangis, tak apa. Kita tak akan selalu bisa menahan air mata yang jatuh, bukan?
Kadang ada kelegaan menyergap, melihat air garam itu mengalir. Wah, sadis ya? Bahagia di atas penderitaan orang lain. Tapi bukan itu maksudnya.
Orang yang tak pernah menangis, malah itu membuat lebih khawatir. Seperti ada pertanyaan, “ apakah ia baik-baik saja?” (menahan dirinya untuk orang lain).
Karena hidup itu ada hari-hari di mana kita akan merasa bahagia dan sedih. Ya, akan ada hal sedih. Jangan-jangan karena terlalu bahagia, kita malah melupakan hal itu. Atau karena terlalu sedih, kita jadi lupa untuk tersenyum dan tertawa. Aneh ya?
Hanya ada satu hal yang pasti. Saat hari yang tidak kita inginkan itu datang. Saat tersadar ternyata kita sudah jatuh. Saat kau merasa hidupmu berhenti. Waktu akan terus berjalan. Ya, ia tidak akan menunggu walau hanya sekejap.
ano hito
Saat ada yang merasa begitu, entah bagaimana, tapi yang ada hanya rasa percaya bahwa mereka akan baik-baik saja. Mereka pasti bisa kembali tersenyum. Saya percaya. Jadi saya tidak begitu khawatir.  Ah,.. egoiskah saya? Pada akhirnya saya kembali memikirkan diri sendiri. Saite!
Tak apa, menangis. Menangis sambil makan bubur ayam. Menangis sebelum tidur.  Menangis dalam tidurmu. Bahkan menangis di depan tv, itu tidak mengapa (segitunyakah? Tapi itu yang terjadi) Menangislah juga dalam tilawah dan doamu. Menangis dalam sholat dan sujudmu. Allah selalu bersama kita.
Tidak apa-apa, lihatlah langit, ia masih terbentang menghubungkan kita di tempat yang berbeda.
Untuk seseorang yang tak kutahu ia sedih,  ketahuilah itu membuatku merasa bersalah. Daijobu yo? Atashi wa itsumo anata o shinjite. Entah di mana, ku harap kau akan selalu baik-baik saja. Ah.. kangen berat.. hiks.   

Rabu, 27 Februari 2013

Dakwah itu.....



Wuuiing..., Bugg! Sebuah bantal tepat mendarat di muka sang Kakak yang entah sedang mimpi apa saat itu. “Woii, Mas,, tangi, tangi,, sholat ndisit mana!!!” Sama sekali tidak bergeming, sang Kakak malah semakin menyelami tidurnya dengan membenamkan kepalanya dengan bantal sedalam-dalamnya.
“heh, malah turu maning, tangi! tangi! Mengko waktune enteng!” Teriakan adik lebih kencang. Hehe, bantal memang peredam suara yang cukup baik di saat-saat seperti ini sehingga teriakan adik yang membahana itu bisa sedikit teratasi. Tak mau kalah dan tak kehabisan akal, sang adik mulai mengguncang-guncang badan yang kaku nan keras itu dengan sekuat tenaganya.
“wis turu sedina-dina ya ora tangi-tangi sih, sing mbarang esuk anjog awan, awan anjog sore, sholat sadela ya kena rah mana!!!” huh, kali ini suara adik semakin menjadi, menyulutkan api emosi kakak. Merasa ketenangannya terganggu, dengan nada yang kesal sang kakak menjawab “YAAk!!”. Seakan usahanya terbayar, adik pun berlalu. Selanjutnya tidak ada posisi yang berubah.

Jumat, 25 Januari 2013

boku wa daijobu desuka?



Wah, sudah lama tidak up date blog. Selain bingung mau nulis apa juga kurang motivasi, siapa juga yang mau baca tulisan tidak jelas ini. Aaah, ternyata sudah tahun 2013. Waktu terasa cepat berlalu. Tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan-lirik lagu mode on- (Efek kepentok saat tidak tahu harus menulis apa, paling parah ng-upload lirik lagu. Tinggal copas cuy!). 

Selasa, 27 November 2012

arigatou


Ini bukanlah pertama kali saya tahu, tapi saya telah lama menyadari bahwa di sekitar saya ada orang yang luar biasa. Mereka tidak begitu handal dalam berpikir apalagi berstrategi. Mereka bukan pula orang yang pandai berbicara, menata kata-kata dalam irama dan bahasa yang mengagumkan. Apa yang mereka katakan merupakan hal yang biasa saya dengar dan ketahui sejak lama. Itu pun dalam bahasa yang miskin kosa kata. Begitulah pendapat ‘sok tahu’ saya terhadap mereka.
Tapi apa sebenarnya yang membuat saya tetap mengikutinya, merasa itu berbeda dari sebelumnya, dan terlambat kagum sesudahnya?


Sabtu, 15 September 2012

Mengapa hanya satu?


Padamkan sejenak warna-warni duniamu, saat kau mulai kehilangan arah.
Nyalakan sekejap warna-warni duniamu saat berjalanmu kembali tegap.
Saya suka lirik itu. Haha, kontekstual. Karena teralu banyak warna dalam hidup kita jadi bingung. Kadang ada pula warna-warna yang sama sekali kita tak tahu namanya. Kau mungkin mengatakan kalau itu warna ungu, tapi yang lain berkata itu pink. Terkadang kau menganggap itu merah, namun yang lain mengatakan itu coklat. Entahlah, perspektif orang itu berbeda-beda. Apa lagi antara orang normal dengan buta warna. Tapi ketahuilah sesungguhnya hanya ada tiga warna yang perlu kau kenali betul-betul agar kau selamat (itu menurut teori). Padahal tidak sepenuhnya. Ya, itulah warna traffictlight.

Rabu, 04 Juli 2012

Tentangnya Lagi?

Saat aku menekan tuts keyboard ini, seharusnya itu adalah saat-saat aku belajar. Sebab besok saya harus ujian. Tapi sayang, ternyata pikiranku tidak bisa fokus untuk belajar. Mungkin karena otak ini sudah jarang digunakan. Seperti kata pepatah asing “if you don’t use it, you will lose it”. Atau mungkin karena di usiaku saat ini adalah masa-masa labil. Ah, kelihatannya tidak. Teman-temanku tidak demikian. Bagiku mereka terlihat bisa meraih apa yang mereka targetkan. Ada yang masih bisa mempertahankan IP, ada yang lagi getol-getolnya cari uang, mau jadi usahawan kayaknya. Hehe. Aku doakan deh, semoga berhasil.

Oni-chan… aku kangen… kapan pulang??
Heran ya, waktu dia masih di rumah seringnya bertanya Mengapa masih di rumah? Mengapa ga’ cari kerja? Sepet banget ne mata kalau liat dia malas-malasan di rumah. Tapi setelah sekian lama, dia sekarang sudah bekerja. Meskipun dapat pekerjaan yang kurang sesuai dengan jurusannya. Maklum sajalah, coz dia juga kuliah ga’ sesuai dengan minat dan keahlliannya. Ckck.. memang hidup ini aneh.

Jumat, 22 Juni 2012

Sangatsu Kokonoka

In the middle of this drifting season
I suddenly feel the length of the days
In the midst of these quickly-passing days
You and I dream away
With my feelings on the March wind
The cherry blossom buds continue on into spring

Jumat, 04 Mei 2012

Ketika Shalat Malam Kita Kering


Wah, judulnya kok aneh ya? Maksudnya apa sih?
Maksud dari shalat malam kering adalah ketika shalat malam kita tanpa si “air ekskresi” yang kata Pak Salim A. Fillah tidak menimbulkan rasa jijik bahkan ia memunculkan rasa simpati orang lain (baca: air mata). Shalat kita terasa hampa. Entah karena efek baru bangun dari tidur dan pikiran masih kosong sehingga masalah-masalah yang seharusnya kita adukan tidak bisa terbuncahkan? Atau mungkin karena memang kita ‘merasa’ tidak sedang punya masalah? (asal kita tahu merasa tidak punya masalah termasuk masalah lho, he). Jelasnya terasa ada yang kurang saat itu. 

Adakah yang merasakan seperti itu? Shalat tahajud tidak membekas, tidak bermakna dan tidak nge-ruh. Padahal sudah mencoba untuk meningkatkankan kekhusukan kita. Tapi tetap saja terasa hampa.

Sholat sunnah Tahajjud adalah ibadah yang istimewa. Berbagai keistimewaan dan manfaatnya sangat menakjubkan. Mulai dari ketenangan batin hingga penyembuhan banyak penyakit lahiriah. Tidak sedikit diantara kita yang ingin melakukannya. Namun, terkadang sulit sekali untuk melaksanakannya. Bahkan jika ada yang bisa melaksanakannya seringkali ia jauh dari kata bermakna. Simak beberapa dalil mengaenai shalat tahajjud berikut ini.

Kamis, 08 Maret 2012

refleksi cermin

Sekarang Aku butuh cermin untuk melihat diriku sendiri. Melihat sesuatu yang tidak Aku sadari. Mungkin Aku telah melewatkan banyak hal, baik kecil maupun besar. Aku tidak tahu.

Selasa, 31 Januari 2012

Imaginasound

Rumah dan kampus saya bukanlah dua hal yang berjarak sedikit. Tapi mungkin kalau ditarik garis lurus menurut teorema phytagoras, pastilah lebih kecil jaraknya. Ca’elah! ribet banget  bahasanya, intinya Rumah dan kampus saya cukup jauh. Waktu tempuh minimalnya 6 jam. Tapi itu hal yang amat jarang terjadi. Bahkan pernah saya mengalami perjalanan dari rumah ke daerah kampus saya itu lebih dari 12 jam. Bayangkan! betapa menyebalkan dan membosankannya. (Padahal itu karena nyasar muter-muter plus nunggu hujan mandeg, maklum bow, bawa benda-benda elektronik* kulkas, tv, radio,magicom?? Pastinya. Pastinya bukanlah, memangnya mau boyongan toko elektronik?) Yang mengenaskan saat itu saya sendirian dan na’asnya lagi Allah swt tidak mengizinkan saya untuk menyusahkan orang lain (tahukan maksudnya?). Tidak ada sahabat yang bisa datang menolong as hero. Ckck.. nasib-nasib..

Rabu, 18 Januari 2012

Surat Cinta kepada Ukhty

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Assalamu’alaykum warahmatullaahi wa barakaatuh...

Teruntuk saudariku tercinta,
Semoga senantiasa dirahmati Allah, Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan, Yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah. Yang mengutus seorang Rasul yang mulia nan sempurna sebagai qudwah kita, hingga Al Qur’an pun sebagai akhlaknya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah padanya. Aamiin...

Ukhty,
Maafkan diri ini yang tidak bisa memahami gundah hatimu…
Maafkan saudarimu ini yang tidak bisa mendamaikan galau yang bergemuruh dalam benakmu…
Maafkan aku yang terkadang kurang peka terhadap perasaan yang tersimpan dihatimu...

Ukhty,
Engkau Muslimah luar biasa, 
tiada waktu dalam hidupmu melainkan untuk dakwah
aku tidak meragukan loyalitasmu terhadap jalan hidup yang kau pilih..
aku tidak pernah sedikitpun menyimpan prasangka...
sama sekali tidak..

Ukhty,
Jika aku tulis surat ini untukmu, maka aku hanya ingin kau tahu
Bahwa jika kau butuh bahu untuk bersandar, saat itu ingin ku berada di sampingmu
Bahwa jika kau butuh teman, maka kuberharap siap mendampingimu
Bahwa jika kau butuh bercerita, aku akan siap mendengarkannya
Bahwa jika kau ingin berlari, maka kubersedia lari bersamamu

Meskipun sebenarnya diri ini terlalu lemah untuk memikul bebanmu...
Diri ini tidak sepadan denganmu,. Ujianku tidak sebesar ujianmu
Karena iman ini tidak semendalam imanmu..
begitu renta dan ringkih, seperti ranting kayu yang lapuk
mudah datang dan pergi, seperti ombak di lautan

Ukhty,
Kau terlampau jauh di depanku, kau semakin tak terlihat!

Ukhty,
Jangan pernah tinggalkan aku yang terseok-seok di belakangmu...
Lihatlah ke belakangmu,
Aku ingin kau berjalan di sampingku, menggenggam erat tanganku..
Membimbing aku dengan ikhlas senyummu..
Di jalan yang tak mudah ini.. ya, di jalan Allah..

Ukhty,
Di jalan yang tak mudah ini
Aku ingin kita berjuang bersama
Walau badan ini letih
Semoga Allah tetap menguatkan kita
Menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang istiqomah dan sabar
Semogan perbedaan bukanlah rintangan yang berarti


Dari saudarimu seiman
(yang masih belajar merangkai kata menjadi bermakna dan yang belum bisa melafadzkannya dengan sempurna)
Dengan sepenuh hati kukatakan:
“Ana ukhibukifillah”
Ucapan yang tak kan pernah kusesali InsyaAllah.

Kamar Pojok Hawa, 13 Januari 2012