In the middle of this drifting season
I suddenly feel the length of the days
In the midst of these quickly-passing days
You and I dream away
With my feelings on the March wind
The cherry blossom buds continue on into spring
Jumat, 22 Juni 2012
Sabtu, 05 Mei 2012
Tafakur Matahari
Dalam Al Qur'an Allah bersumpah demi makhluk-makhluk dan
fenomena-fenomena semesta itu, sebagaimana Dia bersumpah dengan jiwa dan
penyempurna ciptaannya serta pengilhamnnya. Di antara persoalan sumpah ini
adalah memberikan nilai yang sangat tinggi kepada makhluk-mahluk tesebut.
Kemudian menghadapkannya pada hati manusia supaya meresponnya dan merenungkan
nilai-nilai dan petunjuk-petunjuk yang dikandungnya. Sehingga ia layak
dijadikan objek sumpah oleh Allah Yang Maha Agung.
Begitu pula dengan makhluk Allah yang satu ini yaitu
matahari. Jika kita mencari kata matahari dalam Al Quran Digital maka akan
keluar sebanyak 42 ayat yang berkaitan dengan matahari. Matahari yang beredar
pada garis eredarnya. Matahari yang menciptakan bayang-bayang sebagai penanda
waktu. Matahari yang terbit dan terbenam. Matahari yang dijadikan dasar
perhitungan dan sebagainya.
Hikmah atau Ibrah yang bisa diambil dari matahari
Jumat, 04 Mei 2012
Ketika Shalat Malam Kita Kering
Wah, judulnya kok aneh ya? Maksudnya apa sih?
Maksud dari shalat malam kering
adalah ketika shalat malam kita tanpa si “air ekskresi” yang kata Pak Salim A.
Fillah tidak menimbulkan rasa jijik bahkan ia memunculkan rasa simpati orang
lain (baca: air mata). Shalat kita terasa hampa. Entah karena efek baru bangun
dari tidur dan pikiran masih kosong sehingga masalah-masalah yang seharusnya
kita adukan tidak bisa terbuncahkan? Atau mungkin karena memang kita ‘merasa’
tidak sedang punya masalah? (asal kita tahu merasa tidak punya masalah termasuk
masalah lho, he). Jelasnya terasa ada yang kurang saat itu.
Adakah yang merasakan seperti
itu? Shalat tahajud tidak membekas, tidak bermakna dan tidak nge-ruh. Padahal sudah mencoba untuk
meningkatkankan kekhusukan kita. Tapi tetap saja terasa hampa.
Sholat sunnah Tahajjud adalah ibadah yang istimewa.
Berbagai keistimewaan dan manfaatnya sangat menakjubkan. Mulai dari ketenangan
batin hingga penyembuhan banyak penyakit lahiriah. Tidak sedikit diantara kita
yang ingin melakukannya. Namun, terkadang sulit sekali untuk melaksanakannya. Bahkan
jika ada yang bisa melaksanakannya seringkali ia jauh dari kata bermakna. Simak
beberapa dalil mengaenai shalat tahajjud berikut ini.
Kamis, 08 Maret 2012
refleksi cermin
Sekarang Aku butuh cermin untuk melihat diriku sendiri. Melihat sesuatu yang tidak Aku sadari. Mungkin Aku telah melewatkan banyak hal, baik kecil maupun besar. Aku tidak tahu.
Senin, 06 Februari 2012
Barokah di Pagi Hari
Banyak peluang besar disia-siakan kalau kita suka tidur pagi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa agar Allah memberkahi umatnya di pagi hari. Karena itu, kita perlu tahu rahasia untuk mendapatkan berkah waktu pagi
Selasa, 31 Januari 2012
Imaginasound
Rumah dan kampus saya bukanlah dua hal yang berjarak sedikit. Tapi mungkin kalau ditarik garis lurus menurut teorema phytagoras, pastilah lebih kecil jaraknya. Ca’elah! ribet banget bahasanya, intinya Rumah dan kampus saya cukup jauh. Waktu tempuh minimalnya 6 jam. Tapi itu hal yang amat jarang terjadi. Bahkan pernah saya mengalami perjalanan dari rumah ke daerah kampus saya itu lebih dari 12 jam. Bayangkan! betapa menyebalkan dan membosankannya. (Padahal itu karena nyasar muter-muter plus nunggu hujan mandeg, maklum bow, bawa benda-benda elektronik* kulkas, tv, radio,magicom?? Pastinya. Pastinya bukanlah, memangnya mau boyongan toko elektronik?) Yang mengenaskan saat itu saya sendirian dan na’asnya lagi Allah swt tidak mengizinkan saya untuk menyusahkan orang lain (tahukan maksudnya?). Tidak ada sahabat yang bisa datang menolong as hero. Ckck.. nasib-nasib..
Rabu, 18 Januari 2012
Agar Tampilan Facebook Menarik
Lagi-lagi facebook, facebook lagi, facebook lagi (sama kale ye,, maksudnya apa sih!). Yak postingan kali ini tentang facebook. Selama ini saya pikir tentang tampilan (tema) facebook yang bisa diubah itu sudah diketahui banyak orang. Tapi ternyata salah. Buktinya masih banyak kawan-kawan saya yang terkejut saat membuka halaman ini lewat Mozila saya. Kalimat “loh kok, bagus?” atau “apaan tuh?” sering terlontar dari mulut mereka, dikira ada jejaring sosial baru mungkin. Hehe Ada-ada saja.
Surat Cinta kepada Ukhty
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Assalamu’alaykum warahmatullaahi wa barakaatuh...
Teruntuk saudariku tercinta,
Semoga senantiasa dirahmati Allah, Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan, Yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah. Yang mengutus seorang Rasul yang mulia nan sempurna sebagai qudwah kita, hingga Al Qur’an pun sebagai akhlaknya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah padanya. Aamiin...
Ukhty,
Maafkan diri ini yang tidak bisa memahami gundah hatimu…
Maafkan saudarimu ini yang tidak bisa mendamaikan galau yang bergemuruh dalam benakmu…
Maafkan aku yang terkadang kurang peka terhadap perasaan yang tersimpan dihatimu...
Ukhty,
Engkau Muslimah luar biasa,
tiada waktu dalam hidupmu melainkan untuk dakwah
aku tidak meragukan loyalitasmu terhadap jalan hidup yang kau pilih..
aku tidak pernah sedikitpun menyimpan prasangka...
sama sekali tidak..
Ukhty,
Jika aku tulis surat ini untukmu, maka aku hanya ingin kau tahu
Bahwa jika kau butuh bahu untuk bersandar, saat itu ingin ku berada di sampingmu
Bahwa jika kau butuh teman, maka kuberharap siap mendampingimu
Bahwa jika kau butuh bercerita, aku akan siap mendengarkannya
Bahwa jika kau ingin berlari, maka kubersedia lari bersamamu
Meskipun sebenarnya diri ini terlalu lemah untuk memikul bebanmu...
Diri ini tidak sepadan denganmu,. Ujianku tidak sebesar ujianmu
Karena iman ini tidak semendalam imanmu..
begitu renta dan ringkih, seperti ranting kayu yang lapuk
mudah datang dan pergi, seperti ombak di lautan
Ukhty,
Kau terlampau jauh di depanku, kau semakin tak terlihat!
Ukhty,
Jangan pernah tinggalkan aku yang terseok-seok di belakangmu...
Lihatlah ke belakangmu,
Aku ingin kau berjalan di sampingku, menggenggam erat tanganku..
Membimbing aku dengan ikhlas senyummu..
Di jalan yang tak mudah ini.. ya, di jalan Allah..
Ukhty,
Di jalan yang tak mudah ini
Aku ingin kita berjuang bersama
Walau badan ini letih
Semoga Allah tetap menguatkan kita
Menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang istiqomah dan sabar
Semogan perbedaan bukanlah rintangan yang berarti
Dari saudarimu seiman
(yang masih belajar merangkai kata menjadi bermakna dan yang belum bisa melafadzkannya dengan sempurna)
Dengan sepenuh hati kukatakan:
“Ana ukhibukifillah”
Ucapan yang tak kan pernah kusesali InsyaAllah.
Kamar Pojok Hawa, 13 Januari 2012
Assalamu’alaykum warahmatullaahi wa barakaatuh...
Teruntuk saudariku tercinta,
Semoga senantiasa dirahmati Allah, Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan, Yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah. Yang mengutus seorang Rasul yang mulia nan sempurna sebagai qudwah kita, hingga Al Qur’an pun sebagai akhlaknya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah padanya. Aamiin...
Ukhty,
Maafkan diri ini yang tidak bisa memahami gundah hatimu…
Maafkan saudarimu ini yang tidak bisa mendamaikan galau yang bergemuruh dalam benakmu…
Maafkan aku yang terkadang kurang peka terhadap perasaan yang tersimpan dihatimu...
Ukhty,
Engkau Muslimah luar biasa,
tiada waktu dalam hidupmu melainkan untuk dakwah
aku tidak meragukan loyalitasmu terhadap jalan hidup yang kau pilih..
aku tidak pernah sedikitpun menyimpan prasangka...
sama sekali tidak..
Ukhty,
Jika aku tulis surat ini untukmu, maka aku hanya ingin kau tahu
Bahwa jika kau butuh bahu untuk bersandar, saat itu ingin ku berada di sampingmu
Bahwa jika kau butuh teman, maka kuberharap siap mendampingimu
Bahwa jika kau butuh bercerita, aku akan siap mendengarkannya
Bahwa jika kau ingin berlari, maka kubersedia lari bersamamu
Meskipun sebenarnya diri ini terlalu lemah untuk memikul bebanmu...
Diri ini tidak sepadan denganmu,. Ujianku tidak sebesar ujianmu
Karena iman ini tidak semendalam imanmu..
begitu renta dan ringkih, seperti ranting kayu yang lapuk
mudah datang dan pergi, seperti ombak di lautan
Ukhty,
Kau terlampau jauh di depanku, kau semakin tak terlihat!
Ukhty,
Jangan pernah tinggalkan aku yang terseok-seok di belakangmu...
Lihatlah ke belakangmu,
Aku ingin kau berjalan di sampingku, menggenggam erat tanganku..
Membimbing aku dengan ikhlas senyummu..
Di jalan yang tak mudah ini.. ya, di jalan Allah..
Ukhty,
Di jalan yang tak mudah ini
Aku ingin kita berjuang bersama
Walau badan ini letih
Semoga Allah tetap menguatkan kita
Menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang istiqomah dan sabar
Semogan perbedaan bukanlah rintangan yang berarti
Dari saudarimu seiman
(yang masih belajar merangkai kata menjadi bermakna dan yang belum bisa melafadzkannya dengan sempurna)
Dengan sepenuh hati kukatakan:
“Ana ukhibukifillah”
Ucapan yang tak kan pernah kusesali InsyaAllah.
Kamar Pojok Hawa, 13 Januari 2012
Selasa, 10 Januari 2012
MENJAGA LISAN
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, "Di antara (ciri) sempurnanya ke-Islam-an seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya" (Hadist Hasan diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya).
Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita menjauhi hal yang sia-sia, yaitu perbuatan yang tidak mendatangkan manfaat bagi diri kita. Termasuk oleh apa yang dilakukan oleh anggota badan kita terutama lisan. Mungkin sudah menjadi hal yang lumrah jika ada orang yang banyak berbicara apalagi karakter tersebut sudah mendarah daging dan sulit dihilangkan. Akan tetapi bukankah Allah telah menciptakan satu mulut dan dua telinga agar kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara? Atau adanya kiasan ketika ada telinga yang paling dekat dengan mulut kita, justru telinga kita sendiri dengan maksud bahwa segala sesuatu yang kita katakan hendaklah terlebih dahulu ditujukan untuk diri kita sendiri. Hal ini sesuai dengan Hadist ke-12 dalam Hadist Arba'in mengenai kesempurnaan Islam yang tercantum di atas.
Oleh karena itu dalam menjaga lisan kita ada beberapa hal yang harus diperhatikan,
- senantiasa menepati janji
- menghindari dusta
- menghindari ghibah
- menghindari mengadu domba
- tidak mencela, mengejek, menghina (termasuk tidal mudah berkomentar)
- tidak bernajwa (berbisik-bisik)
- tidak mencari aib orang lain
- tidak mencampuri urusan orang lain
- tidak bercanda berlebihan
- tidak bersuara keras melebihi batas pendengaran orang
- mampu menyampaikan dengan santun, elegan
- bicara dan diam yang menyimpan hikmah, bicara yang mengingatkan dengan Allah dan diam berdzikir
- bicara seperlunya, yang penting-penting saja
- memberi masukan dengan cara yang baik, tidak menjatuhkan
Hal di atas adalah sedikit dari menjauhi hal yang sia-sia, terutama dengan lisan kita. Sepele, tapi seringkali kita lalai, bahkan dalam kondisi berjama'ah sekali pun, maka hendaklah kita sering beristighfar dan meminta perlindungan-Nya. Karena kita tak pernah merasakan dan sadar telah begitu banyak dosa yang telah kita lakukan. Menyepelekan dosa dan kesalahan kecil. Padahal dosa kecil itu semakin bertambah dan bertambah.
Sekian. Semoga bermanfaat.
Kamis, 05 Januari 2012
Facebook bikin keder
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Fushshilat:105).
“facebook bikin keder” mungkin ada yang berpikiran seperti itu. Bayangkan saja, saat membuka facebook, kita sudah diteror dengan kalimat ‘Apa yang Anda pikirkan’. Halah, kalau yang buka facebook itu para orang tua dan pemimpin besar mesti isinya sudah kaya cerpen, hihi.. Orang yang sebelumnya menjalani hidup mereka dengan biasa-biasa saja jadi kembali mengingat berbagai masalahnya karena tersugesti oleh kalimat tersebut. Huft.
“facebook kayak trainer”, weleh kok bisa? Karena sadar atau tidak, sebenarnya orang-orang yang up- date status atau berkomentar di facebook, dia sedang jadi penulis dan terlebih yang sering bikin catatan. Jadi facebook mencetak banyak penulis, bahkan penyair, motivator, pebisnis, konselor, peng-iklan dan banyak profesi lainnya. Tidak ketinggalan ‘aktivis facebookiyah’ yang melekat pada rekan-rekan saya (peace (^_^)’v). Facebook sering dijadikan sarana dakwah dan pengingatan.
Hah, apa pun mengenai facebook, pastilah ada hal positif dan negatifnya. Tergantung bagaimana si punya akun tersebut. Tapi satu hal yang jelas saya rasakan.....(tik-tik-tik)
Langganan:
Postingan (Atom)

