Kurang lebih sudah setengah bulan ini tidak mengikuti perkembangan informasi di televisi. Bukannya tidak ada waktu, tapi lebih karena tidak ada televisi yang bisa ditonton. Masa iya, mau 'mantengin' tv mati? Meskipun bisa selancar di dunia maya, pun itu berakhir terseak-seok berharap bisa perbaiki modem yang rusak. Jadilah saya yang bingung 'melongo' saat ikut teman beli telur di warung sayur gara-gara dengar ceramah ibu 'sayur' tentang kisruh politik di Indonesia.
Betapa bingungnya saya sehingga saya tidak bisa menangkap apa yang sedang Beliau bicarakan. Hanya beberapa kalimat yang bisa saya ingat dari menggebu-gebunya beliau,
"...hebat banget, keren banget, Saya acungin jempol...,...komisi III ketok palu.., sebenarnya saya kecewa banget... mereka yang di sana..,...silakan disampaikan bahwa aku kecewa... ga pa pa sampaikan saja..."
"Waduh Ibu, siapa yang hebat? siapa yang keren? apa yang mau disampaikan? kenapa ibu kecewa? hiks, hiks, cepetan dihitung belanjaannya sih Bu, es krim teman saya sudah meleleh nih", hanya menjerit dalam hati.
Yang jelas saya tahu istilah itu dari sebuah drama jepang (dorama).
Meskipun namanya drama, tolong jangan samakan dengan drama korea yang membuat
hidupmu sia-sia. Jumlah episodenya puluhan dan durasi tiap episodenya hampir
sejam, membuat kita hanya duduk ‘mantengin’ layar laptop hingga berhari-hari
lamanya. Juga jangan pula disamakan dengan sinetron di Indonesia yang ‘begitulah’.
Tak perlu saya ceritakan. Dorama ini hanya berjumlah sembilan episode dengan rata-rata
durasi tiap episodenya hanya 20 menit. Yang membuat saya tambah lebih mending
lagi drama ini dibuka dengan
Weleh-weleh, kapan mau cerita aozora no tamago-nya?
